TATA PAMONG

Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam program studi. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan dengan tegaknya aturan, etika dosen, etika mahasiswa, etika karyawan, sistem penghargaan, dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium). Sistem tata pamong (input, proses, output, dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau, dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas.

Sistem dan pelaksanaan tata pamong di Program Studi Pendidikan Geografi :

1)  Pada prinsipnya tata pamong dalam pengelolaan Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Dharma Klaten mendasarkan pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, PP Nomor 19 Tahun 2005, dan PP Nomor 17 Tahun 2010, Statuta Universitas Widya Dharma Klaten serta Rencana Induk Pengembangan (RIP) Universitas Widya Dharma Klaten Khususnya tahap III (2009-2013). Karena Program Studi Pendidikan Geografi secara struktural berada di bawah Fakultas Keguruan dan  Ilmu Pendidikan (FKIP) seterusnya di bawah Universitas sehingga mekanisme pemilihan Pimpinan Program Studi menyesuaikan dengan mekanismeUniversitas. Tahap pertama dilakukan pemilihan Pimpinan Universitas oleh Senat Universitas, kemudian disusul dengan pemilihan Pimpinan Fakultas. Hal ini untuk menghindari kerancuan timbulnya seorang yang oleh Senat diajukan sebagai Pimpinan Universitas sekaligus Pimpinan Fakultas. Setelah itu baru dilakukan pemilihan Pimpinan Program Studi yang ada dilingkungan universitas termasuk didalamnya Program Studi Pendidikan Geografi dimana sivitas akademika dengan mekanisme yang telah disepakati memilih Pimpinan Program Studi.

Untuk selanjutnya pimpinan terpilih diajukan kepada Pimpinan Universitas dan Pimpinan Yayasan untuk mendapatkan ketetapan sekaligus pelantikan serta serah terima jabatan dari pejabat lama. Selanjutnya Ketua Program Studi terpilih menjalankan organisasi program studi sesuai tata pamong yang telah ditetapkan dalam bentuk regulasi oleh Yayasan maupun Pimpinan Universitas. Disamping regulasi dalam bentuk keputusan Yayasan maupun Rektorat dalam menjalankan tata pamong, Pimpinan Program Studi merencanakan untuk melakukan pertemuan-pertemuan dengan dosen di tingkat program studi maupun di tingkat struktural dalam rangka mensinergikan fungsi dan peranan struktural yang ada di Universitas dengan Program Studi Pendidikan Geografi. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan visi, misi, tujuan serta standar kompetensi lulusan Program Studi maupun pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada Program Studi diambil kesepakatan melalui rapat-rapat Program Studi. Hal ini dilakukan guna memperjelas visi, misi, tujuan maupun kompetensi Program Studi dengan mengevaluasi, menyepakati dan melakukan revitalisasi terhadap peraturan-peraturan yang ada, etika-etika yang telah disepakati dan dirumuskan untuk penyatuan pelaksanaan. Pemberian penghargaan dan sanksi pelanggaran juga menyepakati model-model sosialiasi terhadap aturan yang telah diformulasikan, pelaksanaan aturan-aturan maupun evaluasi terhadap pelaksanaan peraturan tersebut.

2)  Membangun budaya organisasi, mengembangkan hubungan antar sivitas akademika yang harmonis dengan mengedepankan profesionalisme.

3)  Menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal dengan mekanisme kerja yang efektif, membentuk kelompok keilmuan dengan dosen-dosen yang ada kemudian menjalankan mekanisme yang disepakati.

4)  Menerapkan penjaminan mutu eksternal dengan cara mempertahankan atau meningkatkan peringkat akreditasi, melaporkan hasil evaluasi EPSBED secara kontinyu dan tepat waktu.

5)  Memperluas jejaring kerja sama kelembagaan Program Studi dengan instansi pemerintah, organisasi profesi maupun keilmuan dan stakeholder.

6)  Meningkatkan peran alumni dalam memperluas jejaring, mengembangkan Program Studi maupun dalam membantu alat-alat pembelajaran.

7)  Meningkatkan kesejahteraan  bagi tenaga dosen dan karyawan pada Program Studi.